K+
Halaman Hot News Internasional nasional Daerah Ekonomi Teknologi Sport Lifestyle Politik

“HARI-HARI BOHONG!” Meja Terbalik, Kopi Melayang Diruang Kerja Rasyid-Nasir

PANCARNUSA.COM, SUBULUSSALAM – Rasyid-Nasir, cerita ini bukan lagi sekadar drama politik. Ini adalah episode pertunjukan penuh adrenalin yang akan dikenang dalam sejarah birokrasi Pemerintahan Kota berjuluk Sada Kata.

Kasak-kusuk itu bermula dari pertemuan enam mata yang sedianya hanya untuk koordinasi rutin pemerintahan. Tiga orang di dalamnya: Walikota H. Rasyid Bancin, Wakil Walikota Nasir Kombih, dan Asisten II Pemerintahan. Tak ada yang menyangka pertemuan itu akan berakhir dengan meja terbalik dan secangkir kopi terbang.

Kronologi dari “Si Paling Tahu di Pendopo”

Menurut sumber redaksi Pancarnusa.com yang identitasnya disamarkan menjadi “Si Paling Tahu di Pendopo”, insiden terjadi pada Senin, (29/6/2026) pagi menjelang siang. Cuaca Subulussalam teduh, namun suhu di ruang kerja Walikota H. Rasyid Bancin (HRB) sudah mendidih sejak menit pertama. Nasir Kombih datang dengan raut wajah yang sulit digambarkan.

Objek pertikaian, menurut sumber, sudah menjadi rahasia umum di kalangan elit lokal: utang Pilkada yang jumlahnya belasan miliar rupiah. Angka yang tidak main-main untuk ukuran kota kecil seperti Subulussalam.

“Terbukalah jeroan Rasyid dan Nasir. Dwitunggal yang menang dengan biaya politik selangit,” ujar sumber.

Kemarahan Nasir dipicu keterangan Rasyid yang berubah-ubah soal jumlah utang ke pihak investor politik. Awalnya Rp9 miliar, kemudian naik, dan kini disebut belasan miliar.

Tagihan Baru: Kursi Birokrasi

Setelah setahun berjalan, muncul tagihan dalam bentuk lain: jabatan birokrasi. Nasir disebut membawa daftar nama-nama birokrat titipan, mulai dari calon kepala dinas, kepala bagian, hingga camat strategis.

Sebuah “rekomendasi sakti” yang diyakini sebagai bagian dari kesepakatan tak tertulis. Namun, satu per satu nama itu dicoret oleh tangan dingin Walikota. Tanpa kompromi. Tanpa rasionalisasi.

“Ini bukan sekedar pencoretan nama orang. Ini pengkhianatan dan penggerusan eksistensi politik,” kata Nasir Kombih kepada kolega sesaat sebelum pertemuan, menurut sumber.

Puncak: “Kau Penipu! HRB = Hari-Hari Bohong!”

Di ruangan yang hanya dihadiri tiga orang itu, dialog berpagar protokol runtuh. Nasir menuntut: mengapa rekomendasinya dibuang? Bukankah masih ada “hutang budi” dan “hutang modal”?

Rasyid menjawab dengan argumen profesionalisme dan meritokrasi. Namun bagi Nasir, itu terdengar seperti pengkhianatan yang dibungkus kertas kado.

Puncaknya, Nasir melontarkan: “Kau penipu! Memang HRB kau…! Bukan lagi H. Rasyid Bancin, tapi Hari-Hari Bohong!”

Kalimat itu menjadi legenda dalam hitungan detik. Akronim HRB yang biasa berdiri megah di baliho, diplesetkan oleh sang Wakil sendiri.

Emosi Nasir meledak. Ia bangkit dan mendorong meja hingga terbalik. Bunyinya menggelegar. Secangkir kopi hitam ikut terlempar dan mendarat tepat di atas ponsel Asisten II. Kopi meresap ke layar dan lubang charger. Dalam sekejap, HP itu mati total.

Meja terbalik, kopi melayang, HP asisten basah. Gelar “Penipu” dan “Hari-Hari Bohong” telah dipasang langsung oleh Wakil kepada Walikota. Sebuah kejadian yang akan dicatat sebagai tragedi “Hari-hari Bohong Subulussalam”.

Gunung Es Utang dan Kekuasaan

Pancarnusa.com menemukan, selama Pilkada duet Rasyid-Nasir memang didukung banyak pemodal atau “investor politik”. Imbalannya: proyek dan penempatan orang di posisi kunci birokrasi.

Kini, ketika Rasyid mulai menata kabinet sendiri dan mengabaikan rekomendasi Wakil, urat kesepakatan itu putus. Nasir merasa hanya dijadikan alat untuk menang lalu disingkirkan. Tagihan belasan miliar itu pun menggantung tanpa kejelasan.

Di tengah itu, utang Pemko Subulussalam tahun anggaran 2025 disebut-sebut bertambah Rp109 miliar dan menjadi perhatian publik.

Penutup Redaksi Kepada warga Subulussalam yang budiman, tetaplah santai. Kita simak saja akhir cerita ini. Nikmati saja kopi kalian, namun pastikan cangkirnya diletakkan jauh dari jangkauan pejabat yang mudah terbakar amarah.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments