PANCARNUSA.COM, CIREBON – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon mendorong transformasi digital tidak hanya dimaknai sebagai percepatan adopsi teknologi, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan nasional yang mampu memperkuat tata kelola media, ekonomi digital, UMKM, serta melahirkan kepemimpinan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut mengemuka dalam National Public Discussion bertajuk ”Transformasi Digital sebagai Katalis Pembangunan Nasional: Memperkuat Ekosistem Media, UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Kepemimpinan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Gedung Nyimas Gandasari, Kantor Bupati Cirebon, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dr. Dave Akbarshah Fikarno Laksono, M.E., Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman sebagai keynote speaker, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Fickry Widya Nugraha, S.E., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon Jois Putra, S.E., M.A.P., serta Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom III/3) Cirebon Letkol CPM Dwi Anto Saputra, S.H.
Ketua Umum HMI Cabang Cirebon, Muh. Akramul Farhan, mengatakan bahwa HMI akan terus mengambil peran sebagai organisasi kader yang aktif mengawal arah pembangunan bangsa melalui penguatan kapasitas generasi muda.
“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton perkembangan teknologi. HMI ingin memastikan kader-kadernya hadir sebagai penggerak literasi digital, pencipta inovasi, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik agar transformasi digital benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat dan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” Tegasnya.
Sementara itu Ketua Pelaksana, Maolana Yusuf, menegaskan bahwa forum tersebut diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam merumuskan langkah konkret menghadapi era transformasi digital.
”Transformasi digital harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana digitalisasi mampu memperkuat media yang sehat, mempercepat digitalisasi UMKM, mendorong ekonomi kreatif, dan mencetak pemimpin muda yang adaptif serta berdaya saing. Kolaborasi menjadi kunci agar transformasi digital benar-benar menghadirkan kemajuan yang inklusif,” ujar Maolana.
Sebagai keynote speaker, Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman menekankan bahwa percepatan transformasi digital harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan masyarakat agar digitalisasi mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat UMKM, membuka peluang ekonomi baru, serta melahirkan SDM yang siap bersaing di tingkat global,” katanya.
Pada sesi kebijakan nasional, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dr. Dave Akbarshah Fikarno Laksono menjelaskan bahwa ruang digital kini telah menjadi infrastruktur sosial baru. Dengan jumlah pengguna internet Indonesia yang mencapai 229,4 juta orang atau 80,66 persen dari total penduduk, diperlukan tata kelola media dan ruang siber yang sehat, aman, serta berpihak pada kepentingan nasional.
Dave menegaskan bahwa transformasi digital menuju Indonesia Digital 2045 harus dibangun melalui pemerataan akses digital, penguatan literasi digital, tata kelola media yang kredibel, perlindungan data pribadi, serta keamanan siber. Ia juga mendorong generasi muda menjadi pelopor literasi digital, produsen konten positif, dan penggerak inovasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dari sisi ekonomi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Fickry Widya Nugraha, memaparkan bahwa ekonomi Ciayumajakuning masih tumbuh positif sebesar 4,63 persen (yoy) pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan tersebut didukung konsumsi masyarakat dan sektor industri, perdagangan, serta pertanian, sementara inflasi tetap berada dalam sasaran nasional sehingga daya beli masyarakat relatif terjaga.
Ia juga menyampaikan bahwa digitalisasi sistem pembayaran terus menunjukkan perkembangan signifikan. Selama Januari hingga Mei 2026, transaksi QRIS di wilayah Ciayumajakuning mencapai sekitar 138 juta transaksi dengan nilai Rp12,15 triliun, yang menunjukkan semakin tingginya adopsi transaksi digital oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon Jois Putra mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
”Pemuda harus menjadi pencipta solusi, bukan sekadar pengguna teknologi. Dengan kreativitas, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat, generasi muda akan menjadi penggerak utama pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom III/3) Cirebon Letkol CPM Dwi Anto Saputra mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak lagi hanya bersifat konvensional, tetapi juga berupa ancaman perang informasi, disinformasi, propaganda digital, dan cognitive warfare yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang berintegritas, disiplin, serta memiliki kepemimpinan yang berlandaskan nilai moral agar mampu menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.
Diskusi yang diikuti ratusan mahasiswa, organisasi kepemudaan, pelaku UMKM, akademisi, dan masyarakat tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat kebijakan transformasi digital sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
