K+
Halaman Hot News Internasional nasional Daerah Ekonomi Teknologi Sport Lifestyle Politik

Germasif “September Hitam: Menolak Lupa,” Ruang Ekspresi Mahasiswa FISIP Unsil untuk Merawat Ingatan Kolektif

PANCARNUSA.COM, TASIKMALAYA – September selalu meninggalkan luka dan ingatan panjang bagi bangsa ini. Berangkat dari semangat untuk tidak membiarkan ingatan itu hilang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Siliwangi (Unsil) melalui Bidang Kajian dan Aksi Strategis menggelar Germasif (Gerakan Mahasiswa FISIP) dengan tema “September Hitam: Menolak Lupa,” Rabu (30/9/2026) di lingkungan kampus FISIP Unsil.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda internal fakultas, melainkan dibuka untuk umum sebagai ruang perjumpaan. Mahasiswa, komunitas seni, hingga masyarakat umum Tasikmalaya tumpah ruah mengikuti rangkaian acara yang memadukan seni, diskursus dan aksi solidaritas.

Ketua Pelaksana Germasif menyebut, tema September Hitam dipilih sebagai upaya merawat ingatan kolektif atas berbagai peristiwa pelanggaran HAM dan tragedi kemanusiaan yang terjadi di bulan September.

 “Kami ingin FISIP tidak hanya jadi ruang akademik yang kaku. Lewat Germasif, kami ingin membuktikan bahwa keresahan bisa disampaikan lewat puisi, teater dan film. Menolak lupa adalah bentuk keberpihakan kami pada kemanusiaan,” ujarnya.

Sejak sore hari, panggung Germasif diisi dengan berbagai bentuk ekspresi. Ada pembacaan puisi yang menggugah, penampilan monolog yang menyentuh, hingga pertunjukan teatrikal yang dibawakan secara apik oleh UKM Teater. Setiap penampilan menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan refleksi terhadap persoalan sosial yang masih relevan hingga hari ini.

Kehadiran seni menjadi strategi BEM FISIP untuk membuat isu-isu berat menjadi lebih dekat dan dapat dirasakan oleh audiens dari berbagai latar belakang.

Puncak kegiatan diisi dengan pemutaran film dokumenter “Makin Ditekan, Makin Melawan.” Film tersebut menggambarkan potret perlawanan masyarakat akar rumput di tengah tekanan.

Setelah pemutaran, agenda dilanjutkan dengan diskusi publik yang berlangsung hangat. Peserta diajak tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi untuk melakukan pembacaan kritis, bertukar pandangan dan mengaitkan konteks dalam film dengan realitas sosial di Tasikmalaya dan Indonesia hari ini.

Semangat kepedulian juga diwujudkan secara nyata melalui open donasi untuk korban terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah. Donasi yang terkumpul akan disalurkan sebagai bentuk solidaritas mahasiswa kepada masyarakat terdampak.

Dalam pelaksanaannya, BEM FISIP tidak bergerak sendiri. Bidang Kajian dan Aksi Strategis berkolaborasi dengan berbagai komunitas kreatif dan sosial, di antaranya Galeri Jalanan, Nodelog, Gelimata dan Pols Colectiva. Kolaborasi ini memperluas jangkauan gerakan dan mempertemukan energi mahasiswa dengan komunitas yang selama ini konsisten bergerak di isu seni dan kemasyarakatan.

Melalui Germasif “September Hitam: Menolak Lupa,” BEM FISIP Unsil menegaskan perannya. Bahwa kampus, dan khususnya FISIP, harus menjadi ruang yang hidup: tempat untuk berpikir, berekspresi, berdialog dan yang paling penting, merawat ingatan agar sejarah kelam tidak terulang kembali

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments